Lama sekali saya jauh dari dunia blog dan tulis menulis. Bukan karena saya orang sibuk, tapi memang sedang malas untuk menulis he he he…
. Kali ini saya hanya akan menulis sebuah pengamatan dan kesimpulan kecil saya selama saya berada di barak pengungsian korban letusan Merapi, Stadion Maguwoharjo. Di tempat inilah posko pengungsian terbesar korban keganasan Gunung Merapi yang meletus sejak satu bulan yang lalu. Jumlah pengungsinya sangat fluktuatif. Pada hari pertama dibuka jumlah pengungsinya mencapai 27 ribu! Saya tidak pernah membayangkan, bagaimana jumlah lautan manusia sebanyak itu. Yang membuat saya kagum adalah, tangan-tangan yang selalu berdatangan untuk membantu meringankan beban derita mereka. Baik relawan, logistik maupun bantuan tunai tak henti-hentinya mengalir. Saya dan teman-teman pun tak ketinggalan untuk membantu bapak-bapak TNI yang sedang sibuk di dapur umum untuk goreng-menggoreng bahan makanan. Ketika saya menjumpai beberapa pengungsi yang sedang duduk di lokasi pengungsian, saya mencoba untuk berbincang-bincang dengan mereka. Rata-rata mereka masih bisa bersabar dengan keadaan yang mereka alami. Hanya saja mereka mengeluhkan bebarapa hal yang mungkin membuat mereka sedikit kurang lega. Misalnya, soal rasa makanan yang kurang enak, pembagian logistik yang tidak merata atau adil, dan kurangnya perhatian relawan kepada mereka. Tetapi ada juga dari mereka yang sudah merasa senang hanya ketika saya tanya dengan bagaimana kondisi rumah dan lahan pertanian, sawah, ladang atau kebun mereka, kelihatannya putus harapan dan semangat. Bahkan ada yang mengeluhkan bagaimana nasib hidup mereka selama 3 atau 4 bulan ke depan, karena ladang dan tanaman yang seharusnya bisa dipanen, hancur lebur berantakan karena terjangan awan panas dan material-material lain dari Merapi. Sungguh sangat menyedihkan kita!
Mereka juga sangat-sangat berharap, adanya uluran bantuan dari pemerintah untuk mensupport perekonomian mereka yang saat ini tak jelas nasibnya. Saya pun hanya bisa menghibur mereka dengan rasa simpati dan doa yang mungkin sedikit menghibur hati mereka. lanjutkan →