Pemrograman PHP Menggunakan Framework CodeIgniter

CodeIgniter

CodeIgniter

Rasanya kangen juga setelah sekian lama tidak pernah update blog :D hehehe, ah berlebihan ya… Karena tuntutan zaman yg semakin mendesak saya untuk menulis, akhirnya saya pun mencoba untuk menulis kembali :D .

Ok langsung saja kita bahas sedikit saja ya. Apa itu PHP framework dan mengapa kita harus menggunakannya. Framework itu apa ya? Dilihat dari namanya, mungkin banyak teman-teman yang sudah paham apa fungsi dan definisi framework ini. Betul! Intinya framework ini adalah kerangka kerja dari pemrograman yang akan kita bangun dan fungsinya adalah mempermudah pembuatan aplikasi yang akan kita buat. Tentu saja aplikasi web dong, bukan aplikasi desktop :P . Maka dari itu framework berisi library code-code yang sudah jadi dan kita bisa langsung menggunakannya tanpa harus bersusah payah membuat library code sendiri.

Mudah kan?

Eiittsss… Tunggu dulu, tetapi ada syaratnya. Apa itu syaratnya? Syaratnya kita harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh framework itu sendiri, makanya kalau mempelajari framework kita disarankan untuk mempelajari satu framework saja, jangan belajar 1 atau 5 atau 10 framework sekaligus, bisa pusing jadinya :( atau kalau anda adalah orang cerdas secerdas Einstein dan mau melakukannya ya ndak masalah sih :D . Lalu apa kelebihan aplikasi web kita jika menggunakan framework dan apa kekurangannya? Salah satu kekurangannya adalah, web kita akan menjadi lebih berat prosesnya jika dibanding menggunakan code-code PHP biasa tapi ada kok fasilitas-fasilitas untuk mempercepat web kita, seperti chacing dan sebagainya. Sedangkan keuntungan menggunakan framework adalah dalam pembuatan aplikasi, kita akan lebih fokus ke core programming atau logika pemrogramannya daripada harus memikirkan kode-kode yang rumit yang sudah pasti memakan waktu yang lebih lama.

Sudah jelas kan? Kalau belum jelas silakan baca dari awal, hehehe…

Lalu, framework apa yang akan kita gunakan? Kalau anda sih bebas-bebas saja sih memilih, karena ada banyak framework PHP yang telah didevelop oleh programmer-programmer handal dan gratis pula! Baik hati banget ya mereka :) tapi tetap disarankan untuk mempelajari salah satu dan satu saja daripada harus bingung dengan banyak mempelajari banyak aturan dari banyak framework. Berikut adalah 10 framework yang banyak digunakan:

1. yii
2. CodeIgniter
3. CakePHP
4. Zend Framework
5. Symfony
6. PHP Dev Shell
7. Prado
8. Akelos
9. QPHP
10.ZooP

Sudah saya putuskan seperti judulnya, tulisan ini akan membahas sedikit atau dasar penggunaan framework CodeIgniter. Mengapa CodeIgniter?

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain,

1. Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.

2. Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration)  : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.

3. Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.

4. Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami.

5. Dan banyak lagi yang lainnya.

Beberapa website yang menggunakan CodeIgniter ini antara lain: TvOne.co.id, Kompas.com dan banyak lagi yang lainnya. Anda bisa membaca secara lengkap tentang CI ini dibeberapa alamat di bawah:

Situs Resmi: http://www.codeigniter.com
Codeigniter Indonesia: http://www.codeigniter-id.com

Bagaimana? Setuju kalau menggunakan CodeIgniter? Kalau nggak setuju silakan coba framework lain, hehe…

Langkah pertama yang dilakukan adalah menginstall atau mengekstrak file-file CodeIgniter ke direktori web server yang akan kita gunakan untuk mengerjakan aplikasi web kita. Jika anda belum punya, silakan download di website resminya (http://codeigniter.com/) atau silakan cari di google. Setelah proses pengekstrakan selesai, aktifkan web server. Jika anda menggunakan XAMPP anda bisa mengaktifkannya melalui XAMPP Control Panel. Kemudian langkah selanjutnya adalah menguji apakah framework CodeIgniter telah bekerja ataukah belum dengan memanggil nama direktori yang kita gunakan melalui browser. Jika anda mengekstraknya di htdocs\coba maka silakan ketikkan alamat http://localhost/coba/ di browser anda. Maka akan muncul tampilan welcome yang menandakan CodeIgniter siap untuk digunakan. Jika belum coba periksa kembali web server anda atau mungkin anda salah tempat pada langkah pengekstrakannya.

Perhatikan, bahwa folder kerja kita nantinya terletak pada htdocs\coba\system\application. Sebelum CodeIgniter ini digunakan untuk membangun sebuah aplikasi, ada beberapa setting yang perlu diubah agar bisa berjalan di lingkungan server kita. Proses ini tidak terlalu sulit. Yang paling umum diubah, adalah sebagai berikut:

1. application\config\config.php
Ubah $config['base_url'] = “http://localhost/nama_folder_kerja/”; jika nama folder kerja coba anda bisa mengubahnya menjadi $config['base_url'] = “http://localhost/coba/”;

2. application\config\autoload.php
File ini menyimpan informasi apabila anda inginmeload sebuah controller atau model yang ingin secara otomatis terload jika web dieksekusi. (Keterangan mengenai Controller dan Model menyusul)

3. application\config\database.php
Pada baris berikut:
$db['default']['hostname'] = “localhost”;
$db['default']['username'] = “root”;
$db['default']['password'] = “”;
$db['default']['database'] = “test”;
sesuaikan dengan setting server anda. Jika anda menggunakan XAMPP, setting ini sesuai dengan inputan pada waktu instalasi XAMPP Server. Untuk anda sudah sering membuat aplikasi web dengan koneksi database, tentu tidak merasa kesulitan bukan?

4. application\config\routes.php
Anda pasti beratanya, mengapa jika folder kerja kita dipanggil maka muncul tampilan Welcome CodeIgniter? Di file inilah letak setting standar CodeIgniter yang secara default memanggil controller welcome bawaan CodeIgniter. Maka dari itu agar tampilan halaman utama web kita seperti yang kita kehendaki maka perlu kita atur pada bagian $route['default_controller'] = “nama_controller_yang_akan_diload_pertama”;

Untuk selanjutnya, pada bagian $route['scaffolding_trigger'] = “”; ini adalah fasilitas CodeIgniter untuk memanajemen database tanpa membuat aplikasi/kode-kodenya. Jadi layaknya phpmyadmin yang bisa digunakan untuk insert, edit, delete pada suatu tabel tertentu, dengan menggunakan kata kunci yang kita isikan diantara tanda petik dua (” dan “), misalnya $route['scaffolding_trigger'] = “qwe”;

Model, View, Controller

Pada CodeIgniter, dikenal istilah MVC atau Model, View, Controller. CodeIgniter memisahkan secara jelas bagian-bagian program mana yang berfungsi sebagai Model, mana yang berfungsi sebagai Controller dan mana yang berfungsi menampilkan hasil proses atau View. Istilah gampangnya, menurut saya adalah:

Model -> memproses (termasuk insert, update, delete) data dari database
Controller -> memproses apa yang dilakukan pada data setelah proses query
View -> menampilkan hasil proses

Masih belum dong? :D Ok deh, ya pokoknya seperti itu pengertian paling gampangnya. Jadi code program bisa diorganisir secara jelas dan terpisah, tidak bercampur aduk antara yang satu dengan yang lain.

Struktur Link

CodeIgniter menggunakan struktur link yang clean dan mudah dikenali oleh manusia maupun mesin pencari. Karena sangat simple dan mudah dimengerti. Adapun struktur link dari CodeIgniter adalah:

http://alamat_situs_anda/index.php/nama_controller/nama_method/parameter_method

Maka dari itu, ketika anda pertama kali memanggil folder root web, yang keluar default adalah controller Welcome. Ketika anda ketikkan http://localhost/coba/index.php/welcome maka hasilnya akan sama, begitu juga dengan http://localhost/coba/index.php/welcome/index karena pada file controller hanya ada satu method saja dan method index lah yang pertama kali diload. Lalu bagaimana supaya yang dipanggil pertama kali bukan controller welcome? Ya gampang, tinggal edit saja file routes.php pada folder config dan ganti nama controller welcome dengan controller yang ingin kita load pertama kali.

Untuk lebih jelasnya, langsung praktek aja… :D

Sekarang kita akan mencoba membuat aplikasi sederhana menggunakan framework CodeIgniter ini. Kita beri saja judul HelloWorld hehehe :D . Langkah pertama buat sebuah file pada folder application\controllers\ beri nama helloworld.php. Ingat sekali lagi bahwa ruang kerja kita berada pada folder application, jangan membuat folder baru lagi. Kemudian buat file helloview.php pada folder

File helloworld.php

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
	class HelloWorld extends Controller {
 
		function __construct() {
			parent::Controller();
		}
 
		function index() {
			$this->load->view('helloview');
		}
	}
?>

File helloview.php

1
2
3
4
5
6
<html>
<head><title>File Pertamaku</title></head>
<body>
	<h2>Hello World!</h2>
</body>
</html>

Yang perlu diperhatikan adalah nama class harus sama dengan nama filenya, kemudian ketikkan alamat pada browser anda http://localhost/coba/index.php/helloworld

Bagaimana?

(bersambung)

Referensi:

http://10507588.blog.unikom.ac.id/10-php-framework.qj

http://tulistutorial.wordpress.com/2010/02/10/pendahuluan_codeigniter/

Tulisan Terkait:

Keyword Pencarian Populer:
This entry was posted in Programming and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Sepatah kata Anda sangat saya hargai...

24 Responses to Pemrograman PHP Menggunakan Framework CodeIgniter

  1. Aditya SN says:

    ko muncul error gini yah ?
    Fatal error: Class ‘Controller’ not found in C:\xampp\htdocs\codeigniter\application\controllers\helloworld.php on line 2

  2. Adi Kurniawan HS says:

    Maaf Pak saya mw bertanya, apa website ini dibuat dengan framework CodeIgnither?
    Ato bapak punya web lain yg menggunakan Framework

    • Habibi says:

      kalau web ini cuma pakai CMS kok, kalau web saya yang pakai CodeIgniter belum ada yg saya publish, hehehe

  3. TRIM says:

    Bagaimana caranya mengetahui kalo web itu menggunakan framework codeIgnifer? dan apa cirinya???
    Makasih sebelummya…

  4. imam says:

    mana sambungannya?

  5. Diga says:

    Ada penjelasan yang lebih mudah tidak pak?!

    • Habibi says:

      wah, masih kurang jelas ya… waduh, mungkin ini keterbatasan saya dalam menjelaskan :)

  6. code4769 says:

    ndi??????????????????????????? demi keberhasilan bersama ki… wkwkwkkwkw

  7. xbosyuda says:

    hmm… pengenalan yang bagus pak.,
    mungkin yang harus ditambah yaitu perbedaan CI versi 1.7.x dengan yang versi 2.0.x

    mantabas artikelnya ;)

  8. Anton Hilman says:

    Bagus artikelnya. semakin faham CI. kapan yah dicoba. masih sibuk coding from scratch

  9. yusri says:

    yang buat tulisan ini, ramah banget deh kaykanya, tulisannya tidak berkesan menggurui, enak dibaca :D

  10. akbar says:

    jangan lupa. indonesia juga punya framwork namanya “panada”

  11. Ariks says:

    Wau bagus sekali dan menarik, tapi lanjutanya mana? terimakasih atas pencerahannya…lanjutkan donk!

  12. adi5 says:

    wah ni make ci berapa pak? trus ini untuk windows yah? trus klo crud gimana? nah..

  13. eka says:

    berguna sekali pa buat yg newbie kaya saya :D
    oia klo perbedaan CI versi kepala 1 dan yang versi 2 apa dan klo buat yg mau belajar mending pake yang versi berapa ya?? di tungggu share nya.. trimss :)

  14. Adi Saputra says:

    Informasi yang bagus, semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca yang lain, aminn.

    tukeran link ya gan..
    Share Tutorials Programing

    Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="" escaped="">